our similarity makes us closer

StockSnap_Q6O7XR3LP0
kapan” pengen rasanya punya mobil polisi | sumber gambar dari web stocksnap

januari 2018, ketika motor saya dicuri orang dan saya harus melapor ke polsek bogor utara, saya inget berjumpa dengan sekumpulan bapak” yang duduk dekat meja piket. salah satu dari orang tersebut, polisi yang berpakaian sipil, menyuruh mendekat ke arah dia lalu menyuruh saya untuk bersalaman dengan polisi yang juga berseragam sipil di sampingnya. “ini pak kapolsek,” katanya. saya yang masih syok karena kehilangan motor secara refleks menunduk” di depan dia sambil salaman. tanda hormat (cause he’s the boss there) sekaligus sebagai gesture meminta tolong supaya motor saya bisa ketemu.

di sisi lain, salah satu teman ngaji saya rupanya seorang pengajar di sekolah polisi di megamendung. di salah satu momen di masjid ar rohman, bantarjati, kami bertemu dan bersalaman. hangat sekali. tentunya dengan tersenyum lebar. setelah itu kami mengobrol akrab. obrolan sesama orang tua murid. kebetulan anak” kami satu tk. obrolan kami juga mengalir begitu saja. enak. seperti tidak ada sekat. padahal saya tahu betul bahwa bapak tersebut pangkatnya ajun komisaris polisi. sama seperti pangkat kapolsek bogor utara di atas…

*

di kantor saya, ada dua bos saya yang gelarnya doktor. kalo rapat, pendapatnya selalu sophisticated. bahasanya susah saya mengerti. mungkin karena ilmu saya baru d4 kali ya. hehehe. ya karena mereka bos dan pangkat mereka lebih tinggi daripada saya, tentu saja mereka berhak menyuruh saya ini itu. hormat kepada mereka secara institusional  juga wajib saya lakukan sebagai salah satu pelaksana yang berdedikasi. ceilah.

di sisi lain, salah satu tetangga saya, adalah dosen di institut pertanian bogor. istri beliau adalah kawan baik istri saya. tentu saja, beliau juga kawan baik saya. sabtu/ahad pagi, saya sering main ke rumah beliau. kebetulan istri saya mengajari 2 anaknya yang pertama dan anak beliau yang terakhir sama” satu tk dengan anak saya. wis klop lah. akrab. saya juga sering ngobrol dengan beliau. kadang saya meminta pendapat beliau dan juga sebaliknya. seperti tidak ada sekat. padahal saya tahu betul bahwa bapak tersebut seorang calon doktor dari universitas indonesia. (hampir) sama seperti gelar dua bos saya di atas…

teman sejati tidak pandang gelar, pangkat, dan usia. jika kita satu visi, semuanya terasa sama. lebur menjadi satu. inilah salah satu nikmat yang paling hakiki…

signature5be279cb59a5b

Advertisements