lesson learned from pomad intersection

StockSnap_TPR4FCFHI7
pagi” posting begini, bikin laper aja | sumber gambar dari web stocksnap

nek dimundhakno mesakne (pelanggan). ngene wae wis untung og. sakjane iso wae takmundhakno, ben sugih. tapi, ngene wae wis cukup mas. nek sugih, kan durung tentu cukup. nek cukup, mesti sugih…

kalau dinaikkan (harganya) kasihan (pelanggan). begini saja sudah untung kok. sebenarnya bisa saja saya naikin, biar kaya. tetapi, begini saja sudah cukup kok, mas. kalau kaya, kan belum tentu cukup. kalau cukup, pasti kaya….

kata penjual nasi goreng langganan saya di simpang pomad, bogor utara, bogor, ketika saya tanya kenapa semua menu mulai dari nasi goreng biasa, ditambah sayur, telornya didadar, atau tambah mie, harganya tetep 11 ribu…

signature5be279cb59a5b

Advertisements

Author: deadyrizky

all this blogwalking happened when i'm free at work

20 thoughts on “lesson learned from pomad intersection”

      1. Tak ada yang seperti ini di barat. Kalaupun ada hanya kecil. Pasti orang-orang kaya. Kalau sini, meskipun orang miskin, namun masih memberikan manfaat bagi orang lain.

        Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s